Skip to main content

Update Final Kontributor Antologi Cerpen Bertema “Bebas (Tema Apa Saja)”


Senin, 23 Maret 2020
Update berdasarkan urutan huruf Abjad A-Z
[Penerimaan Naskah Sudah Ditutup]

1.             Adriano Julian Kakiay (Karawang) – Judul Cerpen: Nasihat Bapak Tentang Mangga Tetangga
2.             Amelia Putri (Padang Pariaman) – Judul Cerpen: Gadis Pemalu di Dalam Angkot
3.             Ana Nasir(?)– Judul Cerpen: Lelaki Padi
4.             Asrianah (Cianjur) – Judul Cerpen: Perjuangan
5.             Ayu Narima (Tulungagung) – Judul Cerpen: Sewawar Kelapa
6.             Cen Rian (Flores) – Judul Cerpen: Hujan
7.             D Laraswati H (Tangerang) – Judul Cerpen: Berlima Terjebak di Losmen Jirolu
8.             Devie Aryani (Ciamis) – Judul Cerpen: Sebait Perjuangan Hidupku bersama Thallasemia
9.             Gunawan Tambunsaribu (Jakarta) – Judul Cerpen: Kisah  Sepenggal  Hari  Valentine
10.         Hera Rahmawaty (Bali) – Judul Cerpen: Perempuan Tanpa Telepon Genggam
11.         Ifa Nur. W (Yogyakarta) – Judul Cerpen: Bukan Lagi Mawar
12.         Jahdiah (Banjar) – Judul Cerpen: Secercah Harapan di Perkebunan Sawit
13.         Kartika Dwi Astuti (Karawang) – Judul Cerpen: Kosong
14.         Muhammad Adhif (Lamongan) – Judul Cerpen: Bersandar di Bawah Kolong Langit
15.         Mukhamad Rudi Habibie (Malang) – Judul Cerpen: Keris Penjaga Kampung
16.         Novita Purwatiningtyas (Madiun) – Judul Cerpen: Hambar
17.         Nurhasanah (Duri) – Judul Cerpen: Karma Sang Mantan
18.         Suzila (Pasaman) – Judul Cerpen: Piala Bergilir
19.         Usman Hermawan (Tangerang) – Judul Cerpen: Bisnis Kematian
20.         Yuni Maulidiyah (Mojokerto) – Judul Cerpen: Senyum Ayah
21.         Zulkifli (Nagari Alahan Panjang) – Judul Cerpen: Sarjana (Mesti) Jadi PNS

Nama penulis yang tercantum di atas adalah yang naskahnya dinyatakan lolos dan akan dibukukan (Sudah Registrasi). Jadwal dan proses penerbitan silakan cek pesan di email Anda masing-masing. Terima kasih sudah berpartisipasi dalam penerbitan antologi ini.

Terima kasih atas partisipasi anda semua. Salam aktif!

FAM Indonesia
www.famindonesia.com

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…