Skip to main content

UPDATE FINAL PESERTA ANTOLOGI PUISI BERTEMA “DAUN-DAUN BERGUGURAN”


Kamis, 26 Maret 2020
Update berdasarkan urutan huruf Abjad A-Z
[Penerimaan Naskah Sudah Ditutup]


1.              Abdul Aziz HM. El-Basyro (Indramayu) –  Judul Puisi: Menderas Dedaunan Kering; Sujud Pepohonan
2.              Analysa br Surbakti (Deli Serdang) – Judul Puisi: Takdir Daun dalam Cinta; Daun-daun Gugur Jangan Bercerita
3.              Andi Jamaluddin, AR. AK. (Tanah Bumbu) – Judul Puisi: Sebab Bunga, Daun itu Berguguran; Daun yang Gugur
4.              Awal Liza (Agam) – Judul Puisi: Aku Bukan Siapa-siapa; Hancur Harapanku
5.              Cen Rian (Manggarai Barat) – Judul Puisi: Cerita Daun; Percakapan Dahan dan Ranting
6.              Fajrian Andi (Kiram) – Judul Puisi: Daun-daunku; Musim Berganti
7.              Gunawan Tambunsaribu (Tanjung Priok) – Judul Puisi: Adakah Kau Tau?; Gugur Nan Indah
8.              Ifa Nur Wijayanti (Bantul) – Judul Puisi: Semusim yang Gugur; Daun yang Menguning
9.              Muhammad Adhif (Lamongan) – Judul Puisi: Belajar dari Daun-daun Berguguran; Mutiara Hikmah dari Daun-daun Berguguran
10.          Nita Sugiarti (Bengkulu Selatan) – Judul Puisi: Daun Meninggalkan Batang; Tak Serata Daun
11.          Sri Fajar Ningsih (Medan) –  Judul Puisi: Lambaian Masa; Daun-daun Berguguran
12.          SRiwati Hj Labot (Sarawak) –  Judul Puisi: Sehelai Daunan Cinta; Dedaun pun Berguguran Memberi Jawaban
13.          Sukimin (Katingan) – Judul Puisi: Daun-daun Berguguran; Akulah Pendonor Oksigen
14.          Sulisman (Klaten) – Judul Puisi: Ku Gandeng Erat Tanganmu
15.          Susanti (Landak) – Judul Puisi: Tersapu Angin; Terhempas Badai

Nama penulis yang tercantum di atas adalah yang naskahnya dinyatakan lolos dan akan dibukukan (Sudah Registrasi). Jadwal dan proses penerbitan silakan cek pesan di email Anda masing-masing. Terima kasih sudah berpartisipasi dalam penerbitan antologi ini.
 

Terima kasih atas partisipasi anda semua. Salam aktif!

FAM Indonesia
www.famindonesia.com

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…