Skip to main content

Dicari 3 Naskah Kumpulan Puisi, 3 Naskah NonFiksi Dan 3 Naskah Kumpulan Cerpen Terbit Gratis


Setelah sukses menggelar event naskah terbit gratis untuk tiga jenis tulisan (puisi, cerpen dan novel) sebanyak EMPATBELAS tahap. Saat ini, naskah tersebut sedang dalam proses penerbitan. Sambil menunggu naskah-naskah tersebut terbit, maka FAM Publishing membuka kesempatan kembali naskah terbit gratis untuk khusus kumpulan puisi, novel, nonfiksi dan kumpulan cerpen.

1.      Naskah berupa kumpulan naskah puisi, novel, nonfiksi dan kumpulan naskah cerpen tunggal atau antologi. 

2.      Naskah ditulis di microsof word,  jenis huruf Time New Roman, ukuran huruf 12, spasi 1 atau 1,5. Minimal halaman 35 halaman. Dengan susunan; halaman judul, kata pengantar, daftar isi, naskah dan profil penulis.

3.      Naskah yang terpilih akan diterbitkan secara GRATIS. Penulis mendapatkan 2 (dua) buku bukti terbit.

4.      Akan dipilih masing-masing 3 naskah kumpulan puisi, 3 naskah novel, 3 naskah nonfiksi & 3 naskah kumpulan cerpen. Tema bebas.

5.      Jumlah halaman naskah minimal 35 halaman, maksimal 200 halaman.

6.      Penulis akan mendapatkan; Piagam penulis, buku bukti cetak dan profil penulis akan diterbitkan di website FAM Indonesia.

7.      Penerimaan naskah hanya 9 hari! Dari 04 April 2020 sd 12 April 2020.

8.      Naskah dikirim via email: fampublishing2@gmail.com. Subjek email: Naskah terbit gratis tahap limabelas_nama penulis.
Info lebih lengkap, silakan hubungi: fampublishing2@gmail.com. Atau CP: 081350051745.

So, jangan ketinggalan. Ikuti ya!

FAM PUBLISHING

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…