Skip to main content

Pengumuman Naskah Terpilih Lomba Cipta Puisi Bertema “Bebas”


Salam literasi. FAMili, hari ini Senin, 20 April 2020 FAM Indonesia mengumumkan naskah terpilih Lomba Cipta Puisi Bertema “Bebas”. Naskah terpilih tersebut berkesempatan menjadi juara 1, 2, 3. Berikut naskah terpilih adalah:



Update berdasarkan urutan huruf Abjad A-Z



1.             Ade Putra – IDFAM6056M – Bogor - Judul Puisi: Terpaku Harapan Kosong

2.             Andi Jamaluddin, AR. AK - IDFAM6036U - Tanah Bumbu – Judul Puisi: Selayar dalam Jukung

3.             Cen Rian - IDFAM6057U – Flores -  Judul Puisi: Sepotong Rindu

4.             Cholifah Aristiani - IDFAM6042U – Semarang - Judul Puisi: Kepada Langit Septa yang Terhembus Masa

5.             Encim Supriatna - IDFAM6038U – Bogor - Judul Puisi: Sinar Prancis

6.             Gilang Aries - IDFAM6048U – Solo - Judul Puisi: Tak Berdaya

7.             Julia Nizar - IDFAM6065U – Deli Serdang - Judul Puisi: Rantai Kehidupan

8.             Kusyoto - IDFAM6030U – Indramayu - Judul Puisi: Balada Kawan Seiring

9.             Lydia Nahkluz Petrovaskaya – IDFAM 1300U - Bengkalis - Judul Puisi: White Shoes

10.         Mursyidan Baldan - IDFAM6044M – Asahan - Judul Puisi: Perahu dan Samudra

11.         Suhardin Djalal - IDFAM5090U – Singkil - Judul Puisi: Cuma Sebentar

12.         Sujarno - IDFAM6035U – Langkat -- Judul Puisi: Di Atas Pusara Bertanah Basah

13.         Susanti - IDFAM6043U – Landak - Judul Puisi: Jeritan Jiwa





Seluruh naskah akan dibukukan oleh FAM Publishing, namun penulis tidak mendapatkan bukti terbit. Bagi yang ingin memesan bukunya bisa konfirmasi via email FAM: aishiterumenulis@gmail.com.



Nantikan pengumuman pemenang, 23 April 2020.



Terima kasih atas partisipasi dan antusias Anda semua mengikuti event-event FAM Indonesia. Bagi yang belum beruntung, jangan berkecil hati. Tetap semangat menulis dan ikuti event-event FAM Indonesia lainnya.



*Seluruh pemenang dan peserta akan mendapatkan piagam penghargaan. Piagam akan dikirim secara bertahap melalui email.



Salam aktif, salam literasi!


FAM INDONESIA

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…