Skip to main content

Profil Penulis: Mohamad Syahril S (Penulis Buku Puisi Terpilih Terbit Gratis Tahap Empatbelas di FAM Publishing Berjudul “Kabut yang Datang Padamu”


Mohamad Syahril Sobirin alias Racung lahir di Bogor, Jawa Barat. Pada tanggal 24 oktober 1999. Sekarang ia tinggal di Tasikmalaya untuk sementara waktu karena sedang menempuh studi S1 di Universitas Siliwangi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia. Anggota dari kelas sastra Pendidikan Bahasa Indosesia Universitas Siliwangi.

    Pernah mementaskan pementasan rampak puisi Balada Terbunuhnya Atmo Karpo karya WS Rendra, pernah juga mementaskan naskah Sayang Ada Orang Lain karya Utuy Tatang Sontani. Pernah mementaskan naskah monolog Kemerdekan karya Putu Wijaya. Pernah mengikuti pentas keliling teater 28 Jawa Madura dengan mementaskan naskah Seseorang Yang Mati Sehari Menjelang Pemilukada karya Bode Riswandi.
Racung juga merupakan pengelola akun YouTube Brokcot Pirates. Bercita-cita menjadi Hokage sedari kecil. Gemar menulis karena terinspirasi dari salah tokoh sannin legendaris Jiraiya. Itulah motivasinya untuk menulis karya. Selain itu kegemarannya menulis sajak sunda ketika dibangku sekolah.
Instagram  : @racung_man
Whatsapp   : 089650959208
Email   : 11racung@gmail.com.

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…