Skip to main content

Profil Penulis Novel "Idola Kampus," Ferril Irham Muzaki


Ferril Irham Muzaki dilahirkan di Malang tanggal 28 Oktober 1989. Adapun riwayat pendidikannya adalah Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 11 Malang lulus tahun 2008, menempuh kuliah S1 Universitas Negeri Malang lulus tahun 2012, S1 Universitas Terbuka lulus tahun 2016 serta S2 di Universitas Negeri Malang lulus tahun 2014.

Ferril Irham Muzaki pernah menulis di beberapa media massa cetak antara lain Harian Surya (Tribunnews Surabaya), Harian Kompas, The Jakarta Post dan Majalah Sastra Horison Rubrik Kaki Langit. Selain itu, Ferril Irham Muzaki juga aktif di beberapa kegiatan menulis yang diadakan oleh FAM Publishing serta aktif berkomunikasi dengan Keluarga Silat Nasional (Kelatnas) Perisai Diri.

Dalam penulisan novel Idola Kampus ini, Ferril Irham Muzaki lebih banyak terinspirasi dari novel dan cerita karya Ernst Hemmingway, Nicholas Sparks, Dan Brown, Tom Clancy, Anton Chekov, Victor Hugo dan Guy de Maupassant. Karya-karya dari Indonesia yang menjadi sumber inspirasi adalah karya-karya dari AA Nafis, Haji Abdul Karim Amrullah (Buya Hamka), Eddy D Iskandar, Marah Rusli dan Ashadi Siregar. Sedangkan film yang menjadi inspirasi lebih banyak dari film-film karya James Cameroon, Christopher Nolan dan Michael Bay.

Kesehariannya, Ferril Irham Muzaki ini lebih banyak menghabiskan waktu dengan melakukan review, melakukan proses editing dan menulis, disamping proses membaca berbagai macam bacaan populer tetap dilakukan untuk membantu proses kreativitas dalam berkarya. 


Saat ini Ferril Irham Muzaki tercatat sebagai tenaga dosen di Universitas Negeri Malang mulai tahun 2015-sekarang. (FAM)

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…