Skip to main content

Update Final Peserta Lomba Cipta Puisi Bertema “Bebas”


Jumat, 03 April 2020
Update berdasarkan urutan huruf Abjad A-Z
[Penerimaan Naskah Sudah Ditutup]


1.             Ade Putra – IDFAM6056M – Bogor - Judul Puisi: Tidak Ada Kata Terlambat dalam Belajar
2.             Ade Putra – IDFAM6056M – Bogor - Judul Puisi: Terpaku Harapan Kosong
3.             Andi Jamaluddin, AR. AK - IDFAM6036U - Tanah Bumbu – Judul Puisi: Selayar dalam Jukung
4.             Andi Jamaluddin, AR. AK - IDFAM6036U - Tanah Bumbu – Judul Puisi: Jadilah Seperti Laut
5.             Cen Rian - IDFAM6057U – Flores -  Judul Puisi: Sepotong Rindu
6.             Cen Rian - IDFAM6057U – Flores -  Judul Puisi: Aku Hanya Perlu
7.             Cholifah Aristiani - IDFAM6042U – Semarang - Judul Puisi: Kepada Langit Septa yang Terhembus Masa
8.             Cholifah Aristiani - IDFAM6042U – Semarang - Judul Puisi: Sepanjang Jalan Menuju Pulang
9.             Encim Supriatna - IDFAM6038U – Bogor - Judul Puisi: Badai Corona
10.         Encim Supriatna - IDFAM6038U – Bogor - Judul Puisi: Sinar Prancis
11.         Gilang Aries - IDFAM6048U – Solo - Judul Puisi: Balada Cintaku Hilang
12.         Gilang Aries - IDFAM6048U – Solo - Judul Puisi: Tak Berdaya
13.         Julia Nizar - IDFAM6065U – Deli Serdang - Judul Puisi: Payung Rindu
14.         Julia Nizar - IDFAM6065U – Deli Serdang - Judul Puisi: Rantai Kehidupan
15.         Kusyoto - IDFAM6030U – Indramayu - Judul Puisi: Senandung Ilahi
16.         Kusyoto - IDFAM6030U – Indramayu - Judul Puisi: Balada Kawan Seiring
17.         Lydia Nahkluz Petrovaskaya – IDFAM 1300U - Bengkalis - Judul Puisi: Lelah
18.         Lydia Nahkluz Petrovaskaya – IDFAM 1300U - Bengkalis - Judul Puisi: Jeritan Jiwa
19.         Mursyidan Baldan - IDFAM6044M – Asahan - Judul Puisi: Cuma Sebentar
20.         Mursyidan Baldan - IDFAM6044M – Asahan - Judul Puisi: Negara dan Cinta
21.         Suhardin Djalal - IDFAM5090U – Singkil - Judul Puisi: Cuma Sebentar
22.         Suhardin Djalal - IDFAM5090U – Singkil - Judul Puisi: Negara dan Cinta
23.         Sujarno - IDFAM6035U – Langkat -- Judul Puisi: Menanti Mati di Ujung-ujung Nadi
24.         Sujarno - IDFAM6035U – Langkat -- Judul Puisi: Di Atas Pusara Bertanah Basah
25.         Susanti - IDFAM6043U – Landak - Judul Puisi: Lelah
26.         Susanti - IDFAM6043U – Landak - Judul Puisi: Jeritan Jiwa


TERIMA KASIH ATAS PARTISIPASI ANDA SEMUA. SALAM LITERASI!

FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…