• Info Terkini

    Friday, April 3, 2020

    Yuk, Bersahabat dengan 'Tanda Koma'!


    Hai temans... Bicara tentang tanda baca jangan dibuat tegang ya. Kita seru-seruan saja. Contohnya membahas 'tanda koma'. 

    'Koma' yang dimaksud bukan 'koma' tidak sadar atau kondisi darurat ya. Itu kan istilah medis. He he. 


    'Tanda koma' sebagai tanda baca sudah sangat familiar. Di mana ada bacaan pasti di situ ada 'tanda koma'. 

    'Tanda koma' digunakan dalam banyak konteks dan bahasa, umumnya memiliki kegunaan sebagai pemotong atau pemisah. Menurut Oxford English Dictionary kata ini berasal dari Bahasa Yunani: komma (κόμμα) yang berarti sesuatu yang dipotong atau klausa pendek.


    'Tanda koma' ini bentuknya seperti 'angka sembilan' kecil tanpa lubang. Hitam, masif dan padat, dengan diletakkan di garis dasar teks. 

    Jangan salah ya, jika diletakkan di atas nanti jadi 'tanda apostrof'. He he 


    Pemakaian 'tanda koma', bisa untuk bermacam-macam, lho. Contohnya :
    1. Sebagai pemisah di antara unsur-unsur dalam suatu perincian. Contoh: Saya belanja telur, beras, minyak, dan gula.
    2. Untuk memisahkan antara dua kalimat setara. Biasanya didahului oleh kata seperti, tetapi, atau melainkan.
    Contoh: Saya akan berangkat, tetapi ada yang tertinggal.

    3. Untuk memisahkan anak kalimat yang berada di depan induk kalimat. Contoh: Kalau hari cerah, saya akan datang.
    4. Untuk penghubung kalimat ungkapan dengan kalimat inti. Contoh: Oleh karena itu, kita harus waspada.
    5. Untuk memisahkan kata seperti o, ya, wah, aduh, dan kasihan, dari kata yang lain yang terdapat di dalam kalimat. Contoh: O, begitu?
    6. Untuk memisahkan petikan langsung dalam kalimat.
    Contoh: Kata Adik, "Saya senang sekali."

    7. Untuk pemisah antara (i) nama dan alamat, (ii) bagian-bagian alamat, (iii) tempat dan tanggal, dan (iv) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan dalam sebuah kalimat.
    Contoh: Surat-surat ini harap dialamatkan kepada Dekan Fakultas Perikanan, Universitas Brawijaya, Jalan Veteran no. 1, Malang.

    8. Untuk penulisan daftar pustaka, 'tanda koma' untuk memisahkan bagian nama yang dibalik susunannya
    Contoh: Alisjahbana, Sutan Takdir. 1949 Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia. Jilid 1 dan 2. Djakarta: PT Pustaka Rakjat.

    9. Di antara bagian-bagian dalam catatan kaki.
    Contoh: W.J.S. Poerwadarminta, Bahasa Indonesia untuk Karang-mengarang (Yogyakarta: UP Indonesia, 1967), hlm. 4.

    10. Untuk pemisah antara nama orang dan gelar akademik.
    Contoh: B. Ratulangi, S.H.

    11. Untuk pemisah angka dengan pecahan. Juga antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka. Contoh: 12,5 cm dan Rp. 2.500,00
    12. Untuk mengapit keterangan tambahan yang sifatnya tidak membatasi. Contoh: Guru saya, Pak Andi, pandai sekali.
    13. Untuk pemisah keterangan pada kalimat, yang terletak di depannya. untuk menghindari salah baca.
    Contoh: Dalam pembinaan dan pengembangan bahasa, kita memerlukan sikap yang bersungguh-sungguh.


    Wah, banyak ya manfaat penggunaan 'tanda koma'. Sudah ga bingung kan? Jangan khawatir, penggunaan 'tanda koma' bisa suka-suka penulis, kok. Semua sudah kita ketahui di atas. 'Pe-de' aja ya. Moga bermanfaat! 😊 

    Sumber foto: Google
    (TIM PENULIS FAM)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Yuk, Bersahabat dengan 'Tanda Koma'! Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top