• Info Terkini

    Saturday, May 9, 2020

    Cerpen Makin Dramatis dengan Tanda Elipsis


    "Tidaaakk ……….."

    Sering kita jumpai dalam cerpen, novel atau naskah drama sebuah kalimat langsung yang menggunakan tanda titik yang sangat banyak seperti contoh di atas. Memang, kalimat atau kata dalam dialog seperti itu memberi kesan yang sangat ekspresif. Akan tetapi, ternyata penggunaan tanda titik beruntun juga ada kaidah atau aturannya dalam bahasa Indonesia.

    Tanda titik beruntun (…) biasa disebut sebagai tanda elipsis. Tanda ini dipakai untuk menunjukkan sebuah kalimat yang belum selesai. Penulisan tanda ini cukup dengan tiga tanda titik yang didahului spasi untuk memisahkan dengan kata sebelumnya, tidak perlu terlalu banyak seperti contoh di atas. Penulisan tanda titik yang terlalu banyak tentu tidak sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia serta membuatnya menjadi tidak efektif. Jika tanda ini berada di akhir kalimat, maka ditambahkan satu titik lagi -jadi empat titik (….)-  untuk menunjukkan kalimat telah selesai. Tanda elipsis ini sering dipakai pada soal-soal isian singkat dalam ujian. Namun tidak hanya itu, tanda elipsis juga bisa kita gunakan untuk membuat cerita yang kita tulis menjadi lebih hidup dan dramatis.

    Bagaimana cara penggunaan tanda elipsis yang benar dalam sebuah cerita? Mudah. Kita bisa mengeksplorasi dialog yang kita buat dengan menggunakan tanda elipsis ini. Contohnya seperti berikut ini.
    “Sebenarnya, aku … hei, sejak kapan adikmu menguping pembicaraan kita?” kata Arya tanpa melanjutkan kalimatnya ketika sadar bahwa ada orang lain di ruangan itu.
    Atau dalam contoh lain, ketika kita menggunakan tanda elipsis di akhir kalimat, penulisannya bisa seperti berikut ini.
    “Ibu, aku ….” Alia tak kuasa melanjutkan kata-katanya. Ia yakin ibunya tak akan mengizinkannya mengikuti Persami pekan depan.


    Nah, begitulah cara penggunaan dan penulisan tanda elipsis agar cerita yang kita buat lebih dramatis. Ingat, penulisan yang benar dan efisien cukup menggunakan tiga tanda titik saja dan ditambahi satu titik jika di akhir kalimat. Dengan memperhatikan penulisan tanda elipsis sesuai kaidah, cerita yang kalian buat tidak hanya lebih hidup, namun juga memperlihatkan kualitas penulis yang profesional. Cakep, kan? 😊

    Sumber foto: Google

    (TIM PENULIS FAM)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Cerpen Makin Dramatis dengan Tanda Elipsis Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top