• Info Terkini

    Wednesday, May 20, 2020

    Hari Buku Nasional: FAM Palembang Diskusi Daring Literasi Politik



    FAM Cabang Palembang menggelar diskusi daring bersama Ketua Bawaslu Sumatera Selatan dan Jurnalis sekaligus Pegiat Literasi Politik, di tengah pandemi covid-tepat di Hari Buku Nasional, Minggu (17/5) pukul 16.00 hingga 17.15 WIB kemarin. Diskusi disiarkan langsung melalui akun Instagram @fampalembang dan dipandu oleh Pipit (ID FAM 4062 U) bertema "Literasi Politik: Di mana Posisi Literasi dalam Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP)?"

    Ketua Bawaslu Sumsel, Iin Irwanto menuturkan pentingnya literasi dalam politik Indonesia. Hal ini sebagai salah satu upaya menghindari dan menghapuskan kecurangan yang banyak terjadi dalam pemilihan umum. Terlebih pada tahun ini, Indonesia akan menyelenggarakan Pilkada serentak. Untuk itu ia mengharapkan kader pengawasan partisipatif yang telah mengikuti proses pembelajaran dalam jaringan (daring) tersebut, bisa menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat, khususnya pemilih milenial.

    Fathurrohman atau akrab disapa Bung FK, Blogger, Jurnalis dan Pegiat Literasi Politik , mengharapkan agar peserta SKPP dibekali dengan kemampuan menulis. Terlebih menurut dia, dengan adanya media sosial saat ini sangat mendukung untuk menyampaikan edukasi dan pemahaman kepada kaum milenial dan masyarakat luas, melalui tulisan.

    Saat ini Bawaslu Sumsel sendiri telah menerbitkan lima judul buku sebagai pendamping bagi peserta SKPP. Meningkatnya antusiasme peserta SKPP daring tahun ini, memberi peluang bagi Bawaslu Sumsel untuk menambah judul buku lebih banyak dan lebih edukatif, untuk disebarluaskan kepada masyarakat. Selain itu, Bawaslu juga telah menerbitkan Buletin yang disebarluaskan kepada masyarakat. Inilah salah satu bentuk literasi politik yang positif dan dapat diikuti semua kalangan, terutama kaum milenial dengan usia di bawah 30 tahun.

    Penulis sendiri berharap, agar kader pengawasan partisipatif juga dibekali dengan materi jurnalistik, yakni pengecekan fakta (cek fakta) sehingga bisa menjadi tameng untuk memutus mata rantai penyebaran hoaks. Hal ini disepakati oleh Bung FK, mengingat penyebaran informasi hoaks masih saja banyak terjadi. Apalagi dengan kemunculan banyak media massa dan media sosial, tentu ini menjadi PR kita bersama dalam menyebarkan literasi politik, baik melalui tulisan atau puisi, dan video.

    Diskusi daring, Minggu (17/5) kemarin menjadi momen yang tepat untuk merayakan Hari Buku Nasional. Sebagaimana yang kita yang kita tahu, literasi telah membawa dampak yang positif di tengah masyarakat dalam berbagai aspek, khususnya aspek politik yang tidak bisa kita lepaskan. Pun sebagai bahan perenungan, bahwa membaca tidak hanya lewat buku tetapi juga membaca kondisi, situasi, politik, dan lainnya. Menulis tidak hanya tentang puisi, pendapat pribadi, tetapi juga tentang hiruk-pikuk negeri beserta ironinya sebagai pembelajaran bagi kita bersama. (Pipit)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Hari Buku Nasional: FAM Palembang Diskusi Daring Literasi Politik Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top