Skip to main content

Pengumuman Naskah Terpilih Lomba Cipta Cerpen Bertema “Keluarga”


Salam literasi. FAMili, hari ini Jumat, 01 Mei 2020 FAM Indonesia mengumumkan naskah terpilih Lomba Cipta Cerpen Bertema “Keluarga”. Naskah terpilih tersebut berkesempatan menjadi juara 1, 2, 3. Berikut naskah terpilih adalah:





1.             Afwah - IDFAM6071U – Banjar - Judul Cerpen: Murid Baru

2.             Afwah - IDFAM6071U – Banjar - Judul Cerpen: Masa Kecilku Terabadikan di Puruk Cahu

3.             Cen Rian - IDFAM6057U – Flores - Judul Cerpen: Air Mata, Ame

4.             Cen Rian - IDFAM6057U – Flores - Judul Cerpen: Ayahku Baik, Baik Sekali

5.             Cholifah Aristiani - IDFAM6042U – Semarang - Judul Cerpen: Kalakanji

6.             Cholifah Aristiani - IDFAM6042U – Semarang - Judul Cerpen: Fragmen di Tiga Sudut Malam

7.             De Minnie - IDFAM3452U – Tangerang - Judul Cerpen: Nama yang Terlafadz Namun Tak Terikrar

8.             Encim Supriatna - IDFAM6038U – Bogor - Judul Cerpen: Senyuman Malaikat

9.             Encim Supriatna - IDFAM6038U – Bogor - Judul Cerpen: Empat Sudut

10.         Jahdiah - IDFAM6068U – Banjar - Judul Cerpen: Deritaku Karenamu

11.         Jahdiah - IDFAM6068U – Banjar - Judul Cerpen: Kupersembahkan untuk Ayah

12.         Kusyoto – DFAM6030U – Indramayu - Judul Cerpen: Goresan Kuas di Ujung Senja

13.         Kusyoto – DFAM6030U – Indramayu - Judul Cerpen: Sisi Kalbu Nan Kelam

14.         Maryam Syarif - IDFAM1975M – Pekanbaru - Judul Cerpen: Dibaok Angku (Dibawa Oleh Jin)

15.         Naveena Putri - IDFAM6060U – Padang - Judul Cerpen: Karena Maut Tak Akan Menunggu Ego Mu Pudar





Seluruh naskah akan dibukukan oleh FAM Publishing, namun penulis tidak mendapatkan bukti terbit. Bagi yang ingin memesan bukunya bisa konfirmasi via email FAM: aishiterumenulis@gmail.com.



Nantikan pengumuman pemenang, 3 Mei 2020.



Terima kasih atas partisipasi dan antusias Anda semua mengikuti event-event FAM Indonesia. Bagi yang belum beruntung, jangan berkecil hati. Tetap semangat menulis dan ikuti event-event FAM Indonesia lainnya.



*Seluruh pemenang dan peserta akan mendapatkan piagam penghargaan. Piagam akan dikirim secara bertahap melalui email.



Salam aktif, salam literasi!

FAM INDONESIA

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…