• Info Terkini

    Wednesday, June 24, 2020

    Keteladanan Menulis dari Imam an-Nawawi Rodhiallahu ‘anhu


    “Beliau tak berhenti menulis, kecuali tangan beliau sampai kaku dan tak bisa menulis."

    Siapa yang tak kenal Imam an-Nawawi Rodhiallahu ‘anhu? Beliau adalah ulama dengan semangat menulis yang mengagumkan. Dengan karya yang dihasilkan sangat tebal dan banyak, nyaris tak sebanding lama usia dan masa hidup beliau. Kitab beliau yang paling masyhur yaitu hadits Arba’in an-Nawawiyah.

    Imam Nawawi memiliki nama lengkap Yahya bin Syaraf an-Nawawi ad-Damasyqi. Adapun nama Nawawi sendiri diambil dari tempat tinggal beliau, yaitu daerah Nawa, Khauran, Damaskus Selatan. Kota Damaskus ini sekarang menjadi ibukota Negara Suriah.

    Imam an-Nawawi lahir di Damaskus tahun 1233 M dan meninggal tahun 1277 M. Beliau hanya dikaruniai umur 44 tahun dan mulai menulis pada umur 30 tahun. Jumlah lembar karya tulis beliau yang ditulis dalam rentang 14 tahun, menurut peneliti riwayat hidup beliau, dapat dinyatakan berbanding antara dua lembar perhari dari jumlah umur beliau. Di mana pada zamannya, belum ada mesin yang membantunya menulis seperti komputer saat ini. Maka tak mengherankan, betapa besar semangat belajar dan menulis beliau, hal ini bisa menjadi pelecut semangat bagi penulis lainnya.

    Imam an-Nawawi Rodhiallahu ‘anhu adalah sosok intelektual yang memiliki pandangan hidup bahwa waktu harus dihabiskan untuk berbuat kebaikan. Dan kebaikan itu adalah memberikan manfaat pada orang-orang yang membaca karya-karya beliau. Beberapa karya literasi beliau di antaranya: hadits Arba’in an-Nawawiyah, Riyadhus Shalihin, al-Majmu’ al-Adzkar, Syarah Sahih Muslim dan lainnya.

    “Beliau tak berhenti menulis, kecuali tangan beliau sampai kaku dan tak bisa menulis”.

    Pesan ini begitu menggugah. Menggambarkan betapa totalitas beliau terhadap sebuah proses belajar dan proses pembelajaran yang berkesinamabungan. Sejak usia 30 tahun beliau menulis, di mana sebelumnya beliau menghabiskan waktu untuk belajar. Dan sampai akhir hayatnya beliau meninggalkan karya-karya yang masih bisa kita nikmati sampai hari ini.

    Profesi menulis ini memang luar biasa. Tak terbatas usia dan tak lekang oleh waktu. Di mana semua profesi lainnya akan berusaha memaksimalkan usia mereka untuk mengumpulkan bekal akhirat sebanyak-banyaknya. Berbeda dengan penulis, ketika sudah tutup usia, karyanya masih berkelana di muka bumi, dan tetap menjadi pundi-pundi amal bagi penulisnya.

    Wah, hebat bukan? Semangat ya buat para penulis. Jangan penah merasa sudah maksimal dalam menulis, sebelum Anda mencoba teladan dari Imam an-Nawawi Rodhiallahu ‘anhu... 😊

    Sumber foto: Google

    (TIM PENULIS FAM)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Keteladanan Menulis dari Imam an-Nawawi Rodhiallahu ‘anhu Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top