Skip to main content

Cinta Sekuntum Bunga


Judul: Cinta Sekuntum Bunga
Penulis: 7 Penulis
Kategori: Kumpulan Puisi
ISBN: 978-623-7902-40-9
Terbit: Juli 2020
Tebal: viii + 29 hal: 14 x 21 cm
Harga: (dokumentasi penerbit/penulis)
Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher


7 Penulis
Ade Putra, Andi Jamaluddin, AR. AK., Elsi Desiyanti, S. Pd., Farhatul ‘Aisy, Muhammad Yusuf, Nirwana, Sukimin.

Bunga kerapkali dikaitkan dengan cinta. Meskipun bunga memiliki filosofi yang tidak hanya tentang cinta. Namun dalam romansa, selalu ada bunga yang terlibat di dalamnya. Bunga mawar merah yang paling populer digunakan dalam kisah-kisah romansa. Filosofi dari bunga mawar merah sendiri berarti cinta. Jadi itulah mengapa banyak sekali yang menggunakan bunga mawar merah saat mengungkapkan rasa cintanya pada seseorang. 

Dapat disimpulkan bahwa cinta itu digambarkan seindah dan secantik sekuntum bunga, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa di dalamnya ada suatu tragedi atau luka. Oleh karena itu FAM Publishing membuka penerbitan antologi puisi bersama dengan tema 'Cinta Sekuntum Bunga'. Penulis yang berpartisipasi dalam penerbitan buku antologi puisi ini secara bebas merangkai ide, pendapat, maupun pengalamannya berdasarkan tema menjadi sebuah puisi yang siap untuk dipersembahkan kepada para pembaca. Semoga buku ini dapat memberikan manfaat bagi semua orang. 


*Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan.


[Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Center: 081350051745, atau melalui penulis. Bisa juga via email: aishiterumenulis@gmail.com, dan kunjungi web kami di: www.famindonesia.com]
Area lampiran

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…