• Info Terkini

    Sunday, July 12, 2020

    Menanam Benih Ilmu



    Ada banyak tumbuhan liar, ia tak ditanam oleh siapapun, tapi ia tetap tumbuh. Namun, ia tumbuh di manapun, tak tersusun, berserakan, kadang di injak-injak oleh pejalan yang melewatinya, kadang juga ditebang. Tak semua tanaman liar itu tidak berguna. Mereka ada yang punya manfaat sebagai obat, hiasan, dan sebagainya. Di sanalah pentingnya perencanaan. 

    Semua tanaman itu akan indah, jika ia disusun sesuai jenisnya,  untuk tanaman hias. Lalu disusun sesuai manfaatnya untuk tanaman obat. Maka ia akan berada di tempat yang tepat, juga berguna bila diperlukan. 

    Lalu, kita akan membicarakan tanaman teruskah?  Tentu tidak. Tanaman di atas hanyalah contoh yang dibuat agar kita bisa ambil hikmahnya. Banyak di antara kita tentunya. Bercita-cita ingin jadi penulis besar. Tapi banyak pula yang hanya sekadar keinginan semata. Banyak juga yang sudah mencoba menulis, lalu putus asa di tengah jalan. 

    Banyak faktor memang yang menyebabkan para pemimpi gugur sebelum berkembang. Penyebabnya adalah gampang menyerah saat merasa tulisannya tidak bagus seperti tulisan bintang panutannya. Tulisannya terasa seperti tanaman liar, berserakan, tidak terarah dan tak enak dibaca. Lho! Sama halnya dengan tanaman di atas. Jika kita tidak susun ide, gagasan, serta tidak menanam ilmu kepenulisan secara rutin. Bagaimana tulisan kita akan bagus  Sobat. Semua harus dirapikan, dan harus betah bertahan. 

    Toh, penulis beken itu, dulunya juga mengalami hal yang sama. Saat tulisannya belum bagus, ia tambah ilmu dengan membaca, menonton, dll. Saat tulisannya masih berantakan, ia terus menulis, kemudian membaca ulang, dan memperbaikinya. Belajar terus, dan mencoba terus menulis. Hingga saatnya tiba, tulisannya bagus, matang, rapi dan laku di pasaran. Jadilah bestseller, dan kita menikmatinya. 

    Lalu, kita yang baru baca buku sekali seminggu, menulis juga malas-malasan. Sekalinya nulis, langsung patah arang saat membaca tulisan yang baru kita tulis itu tak enak dibaca. Langsung ingin berhenti menulis karena tidak bisa-bisa. Hallo, Sahabat! Ini bukan negeri dongeng, yang sim salabim jadi. Jadi, pakailah ilmu tanaman di atas. 

    Kunci ingin menjadi penulis itu ya, harus tahan banting. Selalu menulis. Bahkan setiap hari harus menulis, bukan sesekali kapan kamu ingin saja. Jadi, saat tulisanmu masih belum bagus, lanjutkan terus menulis. Seperti kata-kata Barbara “Menulis merangsang pemikiran, jadi saat Anda tidak bisa memikirkan sesuatu untuk ditulis, tetaplah mencoba untuk menulis.”

    Sumber foto: Google

    (TIM PENULIS FAM)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Menanam Benih Ilmu Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top