• Info Terkini

    Saturday, July 25, 2020

    Menulis Dapat Mengurangi Sindrom Ruminasi


    Sobat penulis... Bagaimana kabarnya? Semoga sehat selalu ya...
    Tahukah kalian bahwa 'sindrom ruminasi' dapat diterapi dengan menulis?

    Ruminasi merupakan bentuk respons diri terhadap stres.  Yaitu berupa kenangan pahit yang terngiang di pikiran secara terus-menerus, yang memunculkan emosi negatif. Ciri utama dari sindrom ruminasi ini yaitu sulit 'move on'.

    Seandainya kita terjebak pada suatu masalah yang membuat kita terpuruk dan sulit 'move on'. Hal ini bisa kita urai dengan menulis secara ekspresif. 

    Sebuah penelitian oleh Gortner, meneliti efek menulis ekspresif selama tiga hari pada sejumlah mahasiswa yang sering terjebak di situasi ruminasi. Ternyata menulis ekspresif mampu menurunkan kecenderungan para mahasiswa tersebut dalam beruminasi.

    Enam bulan setelah penelitian usai, mahasiswa tersebut diteliti kembali dengan kuisioner tentang skala emosi. Hasilnya menunjukkan bahwa menulis ekspresif berhasil menurunkan gejala depresi mereka.

    Wah, luar biasa! Menulis memang banyak sekali manfaatnya...😊

    Sobat penulis, manfaatkan hobi kalian, yaitu menulis ini untuk 'move on' yaa... 

    Bagi sobat yang masih belum bisa 'move on'. Cobalah untuk menulis. Ekspresikan perasaanmu dalam tulisan. Dan rasakan sensasinya, berupa emosional yang lebih terkontrol. Pikiran yang lebih terbuka. Pandangan dan penerimaan diri terhadap lingkungan yang lebih fleksibel.  Selamat mencoba... Dan semoga berhasil...😊

    Sumber foto: Google

    (TIM PENULIS FAM)
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Menulis Dapat Mengurangi Sindrom Ruminasi Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top