Skip to main content

Nulis Juga Butuh Tenaga Loh, Guys!


Hai, Sobat Milenial yang masih semangat menebarkan cinta menulis! 🙋🙋
Aktif di dunia kepenulisan sebagai content writer adalah hal menyenangkan bagi insan pecinta menulis. Namun tak bisa dipungkiri, menulis adalah pekerjaan yang menguras pikiran dan butuh banyak tenaga. Nah, makanan-makanan di bawah ini, selain bisa menambah tenaga, juga bisa memperbaiki mood kalian loh Guys. Yuk, baca sampai tuntas!

1. Cokelat

Cokelat mengandung senyawa-senyawa yang bisa bikin bahagia seperti Tryptophan, Phenylethylalanine, dan Theobromine. Tryptophan merupakan Asam Amino yang digunakan otak untuk memproduksi Serotonin (Neutrotransmitter yang menghasilkan perasaan bahagia). Phenylethylalanine adalah senyawa kimia yang diproduksi otak ketika kita jatuh cinta. Senyawa ini bisa memproduksi zat endorfin alami dari otak loh Guys. Sedangkan  Theobromine merupakan sebuah stimulan yang bekerja bersama kafein untuk membentuk perasaan bahagia seseorang.

2. Kopi

Seperti halnya cokelat, kopi juga dapat menghasilkan endorfin. Sehingga meminum kopi bisa meningkatkan semangat dan memberikan kebahagiaan. Tapi jangan minum kopi terlalu banyak ya,  Guys karena mengonsumsi kopi dalam jumlah banyak dapat memicu beberapa penyakit loh di antaranya penyakit jantung, diabetes, insomnia, kolestrol, darah tinggi, dan gangguan pencernaan. 

3. Alpukat

Alpukat mengandung Asam Lemak Omega-3 yang dipercaya dapat menjaga kesehatan otak dan mengatur perasaan. Kandungan lemak dan proteinnya cukup tinggi yaitu 6,5% dan 0,9%. Selain itu kandungan karbohidratnya juga tinggi loh yaitu 7,7%. Buat kalian yang sedang menjalani program diet, jangan makan terlalu banyak ya, Guys. 

4. Pisang

Pisang mengandung Tryptophan yang bisa diubah tubuh menjadi Serotonin. Serotonin tersebut dapat menciptakan rasa rileks dan meningkatkan mood kalian, Guys. Kandungan lemak dan protein pada pisang sangat rendah loh, yaitu 2,3% dan 0,13%. So, buat kalian yang lagi diet nggak pertu takut nih makan pisang dalam jumlah banyak.

Nah, itulah makanan yang bisa kalian konsumsi untuk meningkatkan mood kalian, Guys. 
Ingat loh ya! Sangat penting menjaga mood bagi seorang content writer, agar konten yang dihasilkan bisa maksimal. 😊

Sumber foto: Google

(TIM PENULIS FAM)

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…