Skip to main content

Profil Penulis: Agung Prabowo (Penulis Buku Terpilih Terbit Gratis Tahap Tujuhbelas di FAM Publishing Berjudul “Teknologi Pengolahan dan Peluang Bisnis Nata de Coco”)


Agung Prabowo, pria keren kelahiran 26 Maret 1988 ini mulai menggeluti dunia kepenulisan sejak tahun 2012. Pria asal Malang ini mulai tertarik di bidang biotek sejak bekerja di Pusbang Bioteknologi Universitas Muhammadiyah Malang tahun 2012 sampai 2017. Di sana ia banyak menangani produksi nata de coco hingga mengatur konsep penjualannya. Bahkan ia sempat diamanahi sebagai penanggung jawab bagian produksi nata de coco mulai dari pembibitan hingga pemasarannya.

 Penulis banyak dikirim oleh instansinya untuk mengikuti pelatihan-pelatihan terkait bioteknologi di berbagai acara. Selain itu penulis sering membimbing mahasiswa-mahasiswa yang melakukan penelitian di bidang bioteknologi, khususnya nata de coco. Kunjungan-kunjungan dari berbagai sekolah dan instansi lain yang ingin belajar banyak tentang nata de coco pun kerap ditangani oleh penulis.

Saat ini penulis tinggal di sebuah kecamatan kecil Lawang di pinggiran Kabupaten Malang bersama keluarga kecilnya dengan seorang putri kecil yang masih TK. Penulis bisa dihubungi melalui alamat daringnya di agung¬_ikomg@yahoo.com atau abuikhvy@gmail.com.

 Atau bagi yang ingin bertukar pengalaman dan pikiran bersama penulis, bisa juga mengunjungi social medianya di instagram abuikhvy dan facebook Agung Prabowo.

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…