Skip to main content

Profil Penulis: Andi Evan Nisastra (Penulis Buku Terpilih Terbit Gratis Tahap Delapanbelas di FAM Publishing Berjudul “Waktu dan Jarak”)


Ia mengagumi puisi dan belajar menulis darinya. Sejak ia di Pondok Pesantren, ia aktif di organisasi kepenulisan Forum Pena Pesantren. Andi Evan Nisastra, kelahiran Desa Sanggulan, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Ia mengenyam pendidikan menengah di Pondok Pesantren An-ni’mah Dapur 12, Batam, Pondok Pesantren Nabil Husein, Samarinda, Kalimantan Timur dan Pondok Pesantren Al-Falah Putera, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Kini berkuliah di Jurusan Ilmu Falak, Fakultas Syari’ah dan Hukum, UIN Walisongo Semarang dan YPMI Pondok Pesantren Al-Firdaus Semarang. Beberapa puisinya terhimpun dalam antologi puisi bersama, antara lain : Rindu yang Belum Tuntas (Sabana Pustaka, September 2016), Dibalik tulisanku aku bercerita (CV. SAWEU Pena Publisher, desember 2016), Hujan (Indie Digital Media Publishing, 2016), Melayang-layang (Oase Pustaka, Januari 2017), Perihal Kematian Seorang Pemuda (Oase Pustaka, Januari 2019).

Beberapa tulisannya juga dimuat di media cetak/online local dan nasional seperti: Majalah Iflah, Majalah Literasi, Alif.id, Simalaba.com, justisia.com, cssmorawalisongo.org, peacenews.yipc.org, andyevan7.blogspot.com dan asyik2dot.com.

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…