• Info Terkini

    Monday, July 6, 2020

    Profil Penulis: Muhammad Imran (Penulis Buku Terpilih Terbit Gratis Tahap Tujuhbelas di FAM Publishing Berjudul “Meraih Berkah dari Doa Penduduk Langit”)



    Muhammad Imran, SH., lahir di Kotawaringin Lama, sebuah kecamatan yang jauh dari pusat kota Pangkalanbun, Kalimantan Tengah. Pada tanggal 29 Agustus 1982. Bapak dari tiga orang anak ini memulai pendidikannya di SD Inpres Kotawaringin Lama. Kemudian melanjutkan ke SMPN di Kecamatan yang sama. Setelah menyelesaikan pendidikan formal tersebut Ia berangkat ke kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, untuk menimba ilmu agama di Pondok Pesantren Al-Falah Banjarbaru.

    Pada tahun 2004, Ia lulus dari Pondok Pesantren tersebut dan kemudian melanjutkan ke Ma’hadul ‘Aly di Pondok Pesantren Yasin Banjarbaru, selama dua tahun. Lulus tahun 2006. Faktor ekonomi keluarga menghentikan langkah pendidikannya. Beruntung Ia dipinta gurunya untuk mengajar di Pondok Pesantren Al-Falah dan Juga Pondok Pesantren Yasin Banjarbaru.

    Di sela-sela kesibukkannya mengajar pada dua Pondok Pesantren tersebut, pada tahun 2014 Ia melanjutkan sekolahnya ke Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam Martapura. Dan bersyukur kepada Allah, pada tahun 2019 lalu Ia telah resmi menyandang gelar Sarjana Hukum dari STAI Darussalam tersebut.

    Sebenarnya keinginan menjadi seorang penulis ada sudah sejak lama, semenjak ia suka membaca majalah An-Nida, pada sekitar tahun dua ribuan. Tetapi beberapa kali ia mencoba menulis cerpen selalu saja gagal. Bahkan untuk dikirim ke “dapur” MADING pondok pesantren pun cerpennya tidak layak. Maka oleh sebab itu muncullah penyakit minder dalam dirinya. Kemudian ia mencari alasan pembenar pada dirinya dengan mengatakan:
    “Ah, menulis bukan bakatmu!”

    Sejak saat itu padamlah keinginannya menjadi seorang penulis. Keinginan dan semangatnya sudah hilang sehingga ia lulus pesantren dan kemudian mengajar. Namun saat ia asyik bemain gawai, khususnya aplikasi medsos bernama facebook. Ia kembali bersinggungan dengan teman-teman dunia maya dari kalangan penulis. Maka semangat menulisnya yang sempat padam kemudian bernyala kembali.


    Puncaknya saat ia berhasil melalui tantangan dari salah seorang Penulis, bapak M. Husnaini namanya: Membuat tulisan satu lembar folio dan jika lolos akan masuk Grup WatsApp bimbimbingannya. Ia bersyukur dari ratusan peserta yang mengirim tulisan ia menjadi salah satu yang terpilih masuk grup WA yang diberi nama ABM (Aku Bisa Menulis) tersebut. 

    Dengan berteman orang-orang yang mempunyai tujuan yang sama, ingin menjadi penulis, sedikit demi sedikit kepercayaan dirinya semakin bertambah. Ia mulai berani memposting beberapa tulisannya di halaman facebooknya. Akhirnya Bapak yang juga Penyuluh Agama Islam Non PNS kota Banjarbaru ini berhasil menelurkan beberapa buku antologi bersama teman-teman grup ABM tersebut. 

    Ada empat buah buku antologi yang pernah diikutinya: Pertama, buku antologi berjudul Medsosku Sayang, Medsosku Malang terbit (2017). Kedua, buku antologi Mendidik Anak di Era Digital (2017). Ketiga, buku antologi Menulis Mengabadikan Pesan (2018). Juga pernah menulis buku antologi bersama penulis kenamaan Ahmad Rifa’i Rifan berjudul Inspirasi Ramadhan (2018).

    Buku berjudul MERAIH BERKAH DARI DOA PENDUDUK LANGIT yang akan diterbitkan oleh FAM Publishing saat ini adalah buku solo perdananya. Dari Ide sampai penulisan buku ini cukup memakan waktu yang lama. Pengumpulan hadits-haditsnya sudah ia lakukan pada bulan Ramadhan tahun 2019 yang lalu. Kemudian sempat terhenti karena kesibukan dan lain-lain hal.

    Kemudian berkah Locdwon karena kasus pandemi Covid-19 tahun 2020 ini, ia banyak di rumah dan mengurangi aktivitas di luar rumah. Maka dari awal Ramdhan ia telah berazam untuk menyelesaikan tulisannya yang sempat tertunda tersebut. Dengan sedikit memaksa dan tertatih-tatih ia melanjutkan tulisannya. Ia menarget dirinya sendiri untuk menulis minimal satu artikel setiap hari selama 30 hari.

    Dengan kerja keras serta dukungan dari Istri akhirnya buku yang menjadi mimpinya tersebut pun selesai. Walaupun ia menyadari di sana-sini masih banyak kekurangan tetapi itulah sekadar kemampuannya sampai saat ini. Semoga buku tersebut dapat bermanfaat minimal menjadi pemantik dirinya untuk selalu berkarya.

    Akhirnya ia menyadari dan mendapat suatu kesimpulan, TERNYATA MENULIS ITU BUKAN BAKAT TETAPI TEKAD. Ya tekad, dengan tekad yang kuat serta usaha yang maksimal siapa pun bisa menjadi penulis. Ia sudah membuktikannya. Dari seorang yang telah men-just dirinya tidak mempunyai bakat dalam menulis akhirnya berhasil menerbitkan buku solo perdananya. Alhamdulillah.

    Sekarang Ia tinggal di Banjarbaru dengan alamat: Jl. Golf. Komp. Citra Megah. Blok B. No. 17. Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Ia dapat dihubungi melalui No WA 0852 49965989 dan akun Facebook Imron Abu Farhan.

    Bila ingin berkenalan dengannya silakan kunjungi akun facebooknya dengan nama tersebut. Semoga terjalin hubungan silaturrahmi di antara kita. Sekian semoga bertemu lagi pada lain-lain kesempatan.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Profil Penulis: Muhammad Imran (Penulis Buku Terpilih Terbit Gratis Tahap Tujuhbelas di FAM Publishing Berjudul “Meraih Berkah dari Doa Penduduk Langit”) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top