Skip to main content

Profil Penulis: Pitzi, Yeni Wafa, Ziy (Penulis Buku Terpilih Terbit Gratis Tahap Delapanbelas di FAM Publishing Berjudul “Rindu: Peretas Mimpi”)


Trias Puitika merupakan ruang belajar-menulis puisi bagi Fitriyah, Yeni Khusnal Wafa, dan Ziyadatur Rohmah. Ketiganya merupakan guru MTs. Assa’adah I, Yayasan Pondok Pesantren Qomaruddin Bungah Gresik. Mereka bertiga gemar menulis puisi di berbagai media baik di kertas maupun jagat maya. Oleh sebab itu, ketiganya sepakat untuk mengabadikan dan mengumpulkan puisi-puisinya menjadi satu dalam antologi bersama.

Fitriyah bernama pena Pitzi, lahir di kota Gresik 22 September 1976. Meskipun berpendidikan terakhir S-1 Jurusan Pendidikan Ekonomi di Universitas Negeri Surabaya, ia begitu gemar berpuisi. Kegemaran menulis puisi, ia mulai sejak di bangku SMA hingga kini. Baginya puisi adalah realisasi rasa yang terungkap lewat goresan pena dan cuitan hati.

Yeni Khusnal Wafa, lahir di kota Gresik pada 21 Juni 1984.  Menyelesaikan pendidikannya di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Surabaya. Kegemaran berpuisi mulai ditekuni ketika berkuliah. Baginya puisi merupakan sumber kreativitas seseorang melalui curahan isi hati dan pikiran.

Ziyadatur Rohmah bernama pena Ziy, lahir di kota Gresik pada 18 Desember 1993. Ia menyelesaikan pendidikannya di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Surabaya. Menulis puisi merupakan kegiatan yang baru ia tekuni ketika akan meninggalkan bangku SMA, yang selanjutnya diperdalam ketika berada di perkuliahan. Baginya puisi merupakan isyarat indah yang dituangkan melalui pikir dan rasa.

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…