• Info Terkini

    Tuesday, August 4, 2020

    Parade Buku Antologi Fam


    Indahnya Lembayung  Meranum di Bibir Langit

    Oleh: Sukimin

    Mentari mulai hampir terbenam
    Lembayung  senja muncul segera
    Warna cerah di langit siang hari
    Menjelma kuning keemasan  saat senja 
    berwarna indah merah jingga

    Ketika lembayung menampakkan mahkotanya  
    Semua makhluk merunduk tunduk  
    Mereka ingin mengakhiri pengembaraan siang
    Dengan menyembunyikan makna di sanubari masing-masing
    Sebagai cerita suka, duka

    Ketika lembayung meranum di bibir langit
    Burung-burung terbang kembali ke sarangnya
    Binatang ternak kembali ke kandangnya
    digiring  penggembala

    Ketika lembayung meranum di bibir langit
    Seakan kehidupan siang  itu ‘kan berakhir
    Berakhir indah ‘tuk dikenang
    Sebagai buah tangan 

    Kehidupan ini benar tetapi tak tenar
    Sebentar, menanti tergantikan malam 
    Dari sini kita harus pandai mensyukuri nikmat
    Yang diberikan kepada semua makhluk ciptaanNya

    Lembayung meranum di bibir langit engkau  membuat kagum
    Bagi semua makhuk ‘tuk mengakiri siang hari
    Sampai akhir hayat ini

    Katingan, 17 Januari 2020

    (Puisi ini terdapat dalam buku antologi puisi "Lembayung Meranum di Bibir Langit" terbitan FAM Publishing)

    Tentang Penulis:

     SUKIMIN, S. Pd. Lahir di kota Karanganyar, Solo Jawa Tengah. Pekerjaan Pengajar Di SDN-2 Telangkah, Kalimantan Tengah.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Parade Buku Antologi Fam Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top