Skip to main content

Pemberontakan Kata-Kata



Judul: Pemberontakan Kata-kata

Penulis: Dalyono Yono Dl

Kategori: Fiksi

ISBN: 978-623-7902-63-8

Terbit: Agustus 2020

Tebal: viii + 34 hal: 14 x 21 cm

Harga: (dokumentasi penerbit/penulis)

Penerbit: FAM Publishing Bekerjasama dengan TS Publisher


Dalyono Yono DL. Lahir di Bantul, Jogjakarta 26 Januari 1979 . Bungsu dari 5 bersaudara ini mulai tertarik pada dunia sastra pada awal tahun 2000an. Manuskrip puisi pertamanya Kerangkeng Api Kerangkeng Rindu (SSIB 2000), Antologi puisi tunggal SILHUET (SSIB 2001), PENGHIANAT (SSIB 2003).

Beberapa puisinya juga tergabung dalam Antologi bersama diantaranya: Puisi Menolak Korupsi 4(Forum Sastra Surakarta 2015),PendarasRisau (RKM-SSIB 2015),Memo Anti Terorisme (MAT) –Forum Sastra Surakarta-2016, Siginjai Kata-kata bersama 43 Penyair Jambi (Dewan Kesenian Jambi bekerjasama dengan Sanggar Sastra IMAJI Bangko & RKM), Dari Negri Poci 8 “Antologi Puisi Negri bahari”, Antologi Puisi Jazirah “Jejak Hang Tuah Dalam Puisi”, Antologi Jejak Sajak “Sawah Lunto Dalam Puisi”, Antologi Kekasih Sejati “Pram2ne Publisher serta Antologi Pasaman dalam Puisi Penyair Nusantara.

Dalyono Yono DL bekerja di PT. Pos Indonesia (Persero) Kantor Pos Muarabungo-Jambi. Alamat rumah: Perumahan Manggis Permai Blok D Jl. Mangga No. 6 Kel. Manggis Kec. Bathin III Kab. Bungo, Jambi. Kodepos 37215.

Hp/ WA/ Telegram: 081366091931

Email: dalyono.imaji@gmail.com.


*Buku tidak tersedia stok. Cetak sesuai pesanan.

[Info pemesanan dan penerbitan di FAM Publishing hubungi Call Center: 081350051745, atau melalui penulis. Bisa juga via email: aishiterumenulis@gmail.com, dan kunjungi web kami di: www.famindonesia.com]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…