Skip to main content

Terbitkan Buku Anda di Penerbit FAM Publishing

Anda ingin memiliki buku karya sendiri? Why not? Sekarang penerbitan buku semakin mudah dan gampang. Banyak alternatif penerbitan. Jika tidak tembus di penerbit konvensional, bisa diterbitkan dengan self publishing yang tidak kalah kualitas dan mutunya dari buku-buku terbitan konvensional. FAM Publishing, Divisi Penerbitan FAM Indonesia, menjadi solusi untuk itu. Anda hanya dibebankan biaya proses pracetak, di antaranya:

1. Biaya pembuatan kover

2. Biaya Layout Halaman Isi

Ya, hanya biaya itu saja. FAM Publishing akan membantu mewujudkan mimpi Anda memiliki buku karya sendiri.

Anda akan mendapat layanan berupa:

1. Gratis pengurusan ISBN

2. Proses terbit paling lambat 14 hari kerja, standar 7 hari kerja

3. Cetak kualitas prima. Kertas bookpaper (kertas ringan) dan kertas HVS

4. Sampul/kover ivory 230 gr, laminasi doff/glossy.

5. Ukuran buku 13 x 19 cm, 14 x 21 cm, atau 15 x 23 cm.

6. Mendapat 1 eksemplar bukti terbit (Anda juga dapat memesannya dalam jumlah banyak)

Buku Anda tidak dicetak secara massal (offline), tetapi hanya dicetak jika ada pembelian (online).

Penjualan secara online melalui semua media milik FAM Indonesia (Toko Buku Online, Facebook, Blog, Koran-Cyber.com dan jaringan media lainnya).

Hasil penjualan akan dilaporkan kepada Anda setiap 90 hari sekali (tiga bulan) melalui email.

Royalti yang Anda dapat sebanyak 20% dari keuntungan (laba) bersih.

Royalti akan ditransfer bersamaan dengan pengiriman laporan penjualan (per 3 bulan).

Catatan:

1. Naskah yang diterima FAM Publishing, tema bebas dengan syarat tidak menyinggung SARA dan memerhatikan nilai-nilai moral.

2. Naskah yang dicetak telah diedit oleh penulis. FAM Publishing menyediakan jasa editing dengan ketentuan biaya tersendiri.

3. FAM Publishing juga melayani penerbitan secara offline, minimal cetak 1.000 eksemplar. Penerbitan secara offline dibiayai penulis, dan pemasaran buku diserahkan kepada penulis.

Anda berminat? Silakan hubungi kami:

Penerbit FAM Publishing

Email: forumaktifmenulis@yahoo.com

Layanan sms: 0812 5982 1511 (Aliya Nurlela)

Blog: www.famindonesia.blogspot.com

Grup Fb: “FORUM AISHITERU MENULIS”

Comments

  1. Saya tertarik dg ajakan dan tawaran penerbitan buku dari Fam Publishing ini, insya Allah akan saya kirimkan naskah yang mungkin layak utk diterbitkan, terima kasih

    ReplyDelete
  2. Terima kasih Pak Mukhlis Denros. Silakan hubungi Manajemen kami di nomor kontak di atas.

    Salam hangat.
    FAM INDONESIA

    ReplyDelete
  3. saya juga punya cerita yg lama saya simpan. Beruntung dpt berjumpa dg FAM Publishing utk dpt diterbitkan.

    ReplyDelete
  4. Terima kasih Pak Natanael. Silakan hubungi Manajemen kami di nomor kontak di atas.

    Salam hangat.
    FAM INDONESIA

    ReplyDelete
  5. apakah naskah diseleksi terlbh dhulu?
    kalau untuk jasa editing brpa ya?

    ReplyDelete
  6. Naskah tergantung penulis. FAM juga punya jasa editing. Untuk info layanan SMS silakan hubungi nomor kami: Layanan sms: 0812 5982 1511/0813 7444 2075. Salam.

    ReplyDelete
  7. kira2 dg harga berapa ya?
    dlm perkiraan saja,
    hbis berapa untuk biaya

    1. Biaya pengurusan ISBN
    2. Biaya layout halaman isi
    3. Biaya pembuatan kover

    sampekkah jutaan?

    ReplyDelete
  8. wah... bagus bangetzZ nic. klo nyetak kumpulan puisi bisa juga kan?

    ReplyDelete
  9. Apa harus menjadi anggota FAM dulu untuk bisa bekerjasama menerbitkan buku dengan FAM?

    ReplyDelete
  10. Waaah... boleh nih.. tawarannya.. bikin semangat.. Saya mau membukukan semua puisi saya sebagai hasil rangakaian kata.
    Apakah yang saya tulis di fb papakah bisa dibukukan oleh FAM, tapi penjualan ya.. oleh Fam juga.
    Boleh kah begitu..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Boleh, silakan hubungi Call Centre kami: 0812 5982 1511. Ditunggu.

      Delete
  11. saya punya banyak cerpen..
    bagaimana cara menerbitkannya.
    saya sangat tertarik sekali dengan cara ini.
    thank'z,.,.,.,.,

    ReplyDelete
  12. alhamdulillah.insyaallah saya bisa menghubungi Fam lewat HP

    ReplyDelete
  13. Salam. Beberapa bulan yang lalu KMSI (Keluarga Mahasiswa Sastra Indonesia) UGM menerbitkan buku antologi "Sayap Jibril" di penerbit FAM Indonesia. Akan tetapi, buku tersebut tidak ada dalam daftar buku FAM di website ini. Mohon konfirmasinya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam. Benar. Tetapi layout dan kover dikerjakan oleh KMSI tanpa mengirimkan Sinopsis Buku. Untuk pemuatan di web FAM, mohon kepada KMSI dapat mengirimkan Sinopsis Buku ke email kami: forumaktifmenulis@yahoo.com. Ditunggu.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…