• Info Terkini

    Friday, October 19, 2012

    "Curcol" Bersama Tim FAM Indonesia

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.

    Yth.
    Tim FAM Indonesia
    di-
    Pare, Kediri

    Saya Nora Yuliani. IDFAM1090U, Payakumbuh-Padang, Sumatra Barat. Sebelumnya saya memohon maaf jika e-mail yang saya kirim kemaren kurang sopan, tanpa nama dan tanpa pengantar sama sekali. Saya tersentak ketika membaca Blog FAM di www.famindonesia.blogspot.com. Baru beberapa hari menjadi anggota telah banyak kesalahan yang saya perbuat. Untuk itu saya mohon maaf. Namun saya akan menjadikan ini pelajaran dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

    Saya ingin bertanya kepada Tim FAM Indonesia mengenai Prolog atau cara mengawali sebuah cerpen. Saya sering terkendala memulai sebuah cerpen. Saya bingung harus memulai dari mana. Ketika saya membaca sebuah cerpen, saya tertarik ketika membaca paragraf pertamanya yang membuat saya penasaran untuk melanjutkan membacanya. Namun ketika saya yang memulai menulis, saya malah bingung mau memulainya dari mana. Mohon penjelasannya. Terima kasih.

    Wassalam
    Nora Yuliani
    Payakumbuh, Sumatera Barat

    JAWABAN TIM FAM INDONESIA:

    Waalaikumussalam Wr. Wb.

    Saudari Nora Yuliani yang baik. Selamat bergabung menjadi anggota resmi FAM Indonesia. Kami sangat menghargai minat Anda untuk menjadi seorang penulis cerita pendek (cerpen). Semoga dengan bergabungnya Anda di FAM Indonesia, menambah motivasi menulis Anda yang mungkin saja selama ini belum/kurang produktif.

    Menurut Donatus A. Nugroho dalam bukunya “24 Jam Jagoan Nulis Cerpen” disebutkan, ada beberapa langkah sebelum menulis cerpen. Pertama, penulis harus komitmen. Seorang cerpenis harus memiliki niat yang kuat untuk menjadi cerpenis sukses. Tentu saja komitmen itu memiliki konsekuensi. Harus fokus dan rela meluangkan waktu yang mungkin akan mengurangi kesenangan-kesenangan yang lain.

    Kedua, rajinlah membaca cerpen yang terbit di koran atau majalah setiap minggunya. Lupakanlah teori-teori ruwet tentang apa dan bagaimana cara menulis cerpen. Karena dengan rajinnya membaca cerpen karya orang lain yang telah dimuat akan memberikan gambaran apa saja syarat dan langkah membuat cerpen. Intinya, jadilah lebih dahulu menjadi pembaca cerpen yang baik.

    Ketiga, tentukan arah. Setelah menjadi pembaca cerpen yang baik, tentunya memiliki kecenderungan terhadap salah satu jenis cerpen, karena banyak pilihan mengenai cerpen. Ada cerpen romantis, cerpen komedi, cerpen misteri dan cerpen fiksi ilimiah. Semua bebas untuk dipilih. Jika telah memiliki ‘kontak batin’ dengan salah satu jenis, cobalah untuk jujur dan serius menekuni jenis cerpen yang menjadi pilihan.

    Nah, bagaimana cara menulis kalimat pembuka cerpen yang baik dan menarik? Menurut FAM Indonesia, bisa dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya: mulai dengan kejutan. Sebagai contoh misalnya begini:

    “Duaaarrr!” Tiba-tiba terdengar suara ledakan yang cukup keras dari arah samping gedung perpustakaan sekolahku. Kami yang sedang asyik belajar terkejut, tak terkecuali Pak Burman, guru berkumis tebal itu. Serentak kami berdiri dan berlari ke luar ruangan melihat apa yang terjadi. Jangan-jangan ada siswa nekat merakit bom dan meledakkan dirinya. Tapi dugaan kami keliru, rupanya ban mobil milik kepala sekolah yang diparkir di samping gedung perpustakaan meletus.

    Kalimat pembuka cerpen seperti contoh di atas akan menjadi perhatian pembaca yang ingin tahu apa gerangan yang terjadi selanjutnya. Penulis bisa saja mengalihkan ceritanya kepada hal-hal lain terlebih dahulu, untuk memancing rasa penasaran, sebelum akhirnya menyimpulkan bahwa suara ledakan itu bersumber dari ban mobil milik kepala sekolah yang meletus.

    Memancing rasa penasaran pembaca dengan kalimat pembuka yang menarik juga bisa seperti contoh berikut ini:

    Wajahnya memucat. Cemas dan takut. Dia ingin sekali menyeberang. Ia langkahkan kaki pelan-pelan, memandang ke kiri dan kanan jalan yang lebar. Dia merasakan betapa kerasnya terpaan angin yang dihempaskan puluhan kendaraan yang berlalu lalang itu ke tubuhnya. Tetapi dia harus sampai ke seberang. Maka, ia pun menarik napas dalam-dalam dan bersiap berlari melintasi jalan. Dia pejam mata sesaat, lalu dia merancang aba-aba, dan... kakinya melangkah cepat. Tapi naas, secepat kakinya membawa tubuhnya melintasi jalan, secepat itu pula sebuah truk bermuatan pasir yang lewat melindas tubuhnya. Dia menjerit dengan sangat keras. Kepalanya pecah. Darah bersimbah. Dia merasakan ada sesuatu yang lepas dari tubuhnya. Entah apa itu, tetapi dia tidak merasakan sakit lagi. Semuanya telah gelap. Truk yang menabraknya telah jauh meninggalkan tubuhnya yang secara bergantian dilindas oleh kendaraan-kendaraan lainnya. Isi perutnya terburai bersama lendir darah beraroma amis yang menyeruak ke udara. Tak ada yang peduli ataupun iba melihat peristiwa tragis itu. Siang tadi, ketika gerimis turun, seekor tikus comberan mati sia-sia di jalan raya.

    Jadi, intinya, menulis kalimat pembuka cerpen yang menarik adalah bagaimana seorang pengarang mampu mengolah imajinasinya agar tidak menulis to the point pada pokok masalah. Pancinglah pembaca dengan sesuatu yang unik, membuat penasaran, heboh, mengejutkan, humoris, dan lain sebagainya. Dengan demikian, sesederhana apapun tema cerpen yang kita tulis akan menjadi menarik dan bernilai.

    Selamat berkarya bersama FAM Indonesia.

    Salam santun.
    TIM FAM INDONESIA
    www.famindonesia.blogspot.com

    *) “Curcol”, kependekan dari “Curhat Colongan”. Saat ini lagi trend di layar televisi. FAM Indonesia ingin ikut gaul juga, tidak mau ketinggalan jaman. “Curcol Bersama Tim FAM Indonesia” akan menjadi “Ruang Konsultasi Khusus” di blog resmi FAM Indonesia, www.famindonesia.blogspot.com.
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: "Curcol" Bersama Tim FAM Indonesia Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top