• Info Terkini

    Sunday, October 21, 2012

    Profil Anggota FAM Indonesia: Irzen Hawer (Padangpanjang)

    "Guru yang Menulis, Tiga Tahun Terbitkan Lima Novel”

    Irzen Hawer lahir di Padangpanjang, Sumatera Barat. Setelah tamat SMA jurusan IPA, ia kuliah di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, FPBS IKIP Padang. Kini menjadi guru SMA Negeri 1 Batipuh, Kabupaten Tanah Datar.

    Semasa kuliah ia aktif di Sanggar Prakarsa FPBS IKIP Padang. Aktif menulis cerpen. Salah satu cerpennya ”Lenggang” memenangkan Juara 1 Lomba Penulisan Cerpen se-Sumatera Barat tahun 2010 yang diadakan Rumah Puisi Taufiq Ismail—cerpen ini telah terbit dalam Antologi Cerpenis Sumatera Barat dengan judul Potongan Tangan di Kursi Tuhan (2011).

    Cinta di Kota Serambi (CDKS) adalah novel pertamanya yang terbit tahun 2010, Novel kedua Prosa Cinta di Kota Serambi (PCDKS) terbit Juli 2011, Novel ketiga Gerhana di Kota Serambi (GDKS) terbit November 2011. Sedangkan novel keempatnya Gadis Berbudi dan sebuah novel religi segara terbit. Novel-novelnya ditulis tentang perjalanan batinnya yang penuh filosofi cinta, lucu, kocak, kadang tak biasa.

    Kalau ada guru yang suka membagikan semangat menulis, maka dialah orangnya. Dimulai dari kota kelahirannya Padangpanjang, novel-novelnya lahir dan menjadi perbincangan banyak orang. Coba saja bayangkan, dalam waktu tiga tahun (2009-2011) beliau telah merampungkan lima judul novel dengan ketebalan antara 250-300an halaman. Berarti dalam setahun dua novel ditulisnya. Ini luar biasa!

    Pelajaran berharga yang diberikan pengarang yang sukses dengan novelnya Cinta di Kota Serambi (2010) ini adalah bahwa mengarang itu benar-benar gampang. Dalam mengarang cerita, Irzen Hawer berangkat dari pengalaman masa kecil, khususnya di masa-masa sekolah seperti yang terlihat di dalam “Cinta di Kota Serambi”. Pengalaman masa kecil itulah yang didramatisir sedemikian rupa sehingga benar-benar menarik dibaca.

    “Memang, cara gampang mengarang adalah dengan mengambil sumber ide cerita terdekat dari diri si pengarang, itulah pengalaman empirik atau juga pengalaman orang lain yang dilihat si pengarang,” ujarnya.

    Motivasi menulis novel diawali “Pak Guru” ini ketika di akhir tahun 2008 silam ia mendapat kesempatan mengikuti pelatihan Membaca, Menulis, dan Apresiasi Sastra (MMAS) di Rumah Puisi Taufiq Ismail. Saat itu ia bertemu Ahmad Tohari, pengarang “Ronggeng Dukuh Paruk”. Dari diskusi-diskusi singkat dengan Ahmad Tohari, Irzen Hawer tertarik pula menulis novel. Siapa sangka, pada tahun 2009 terjadi revolusi pada dirinya, ia mampu merampungkan novel “Cinta di Kota Serambi” yang terbit di awal tahun 2010—diterbitkan Kuflet Publishing, Padangpanjang. Berkat novel itu dalam sekejap namanya melejit, ia pun dikenal banyak orang, dan tentu saja prestasinya itu membanggakan bagi SMA Negeri 1 Batipuh tempat ia membagi ilmu kepada murid-muridnya, juga khususnya kepada Padangpanjang kota kelahirannya.

    Setelah novelnya terbit, satu persatu penulis-penulis lainnya bermunculan di Kota Padangpanjang, salah seorangnya Muhammad Subhan yang menerbitkan novel Rinai Kabut Singgalang (Rahima Jogja, 2011). Warga Padangpanjang lainnya secara tidak terduga diam-diam menulis novel pula. Namanya Berlian Persada, adik kandung Irzen Hawr. Novelnya berjudul “Lafaz Cinta dari Surga” diturunkan secara bersambung disalah satu media lokal di Sumatera Barat. Novel Berlian ini dalam waktu dekat juga akan diterbitkan. Dan tak hanya Berlian Persada, seorang siswi MAN/MAPK Padangpanjang bernama Mardhiyan Novita M.Z disaat ia masih duduk di bangku kelas 3, merampungkan pula sebuah novel berjudul Penyair Merah Putih lalu terbit di Jakarta (2011). Mardhiyan adalah siswa Sanggar Sastra Rumah Puisi Taufiq Ismail, yang saat ini berstatus sebagai mahasiswi Sastra di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.

    Atas semangat menulis yang disebarkannya itu, tepatlah kiranya bila Irzen Hawer, seorang guru yang menyebarkan “virus menulis” kepada banyak orang, memantik api semangat masyarakat untuk menulis, khususnya di Padangpanjang. Caranya ia membuktikan sendiri dengan menerbitkan novel-novel karangannya yang fenomenal dan diminati. Semua orang yang membaca kisah-kisah yang ditulisnya tertarik untuk mengarang lalu menerbitkan buku, sehingga semakin banyaklah warga Padangpanjang yang menulis buku.

    Sekarang Irzen Hawer tinggal di Jalan Rohana Kudus No. 47 RT. 8 Kampung Manggis, Padangpanjang, Sumbar. Saran dan masukkan untuk novel Cinta di Kota Serambi ini bisa melalui Hp. 0813 6343 7658 dan email: irzen_hawer@yahoo.co.id.

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Profil Anggota FAM Indonesia: Irzen Hawer (Padangpanjang) Rating: 5 Reviewed By: Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia
    Scroll to Top