Skip to main content

Ulasan Resensi “Masya Allah dingin sekali Dev” Karya Robi Andika Amsar

Resensi novel ini sudah bagus dan sudah mencerminkan isi novel. Namun sayangnya penulisan judul “Masya Allah dingin sekali Dev” masih kurang tepat. Seharusnya ditulis: “Masya Allah, Dingin Sekali Dev!” Menurut hemat kami, judul seperti ini kurang menggigit dan terkesan tidak relevan dengan ulasan novel. Lebih baik bila diberi judul “Resensi Novel Bumi Cinta”.

Berikutnya, sedikit koreksi ini semoga dapat membuat resensi ini bernilai lebih. Ke depannya, peresensi sebaiknya mempelajari kaidah EYD, semiotika, gramatika, hermeneutika, logika berbahasa, dan seni editing sebelum berani menerbitkan resensinya ke media massa. Idealnya peresensi juga membandingkan dengan novel bergenre sejenis yang tentunya dapat menjadi pembanding novel ‘Bumi Cinta’. Di anatomi identitas novel, peresensi lupa menuliskan penerbit, tahun terbit, dan cetakan ke berapa.

Sejumlah kesalahan penulisan misalnya:

fokus pada Kehidupan Umat Islam Rusia di Masa Pemerintahan Stalin.

Seharusnya ditulis:

berfokus pada kehidupan umat Islam Rusia di masa pemerintahan Stalin.

....negara yang menjunjung tinggi seks bebas. Aplagi....

Seharusnya ditulis:

....negara yang melegalkan seks bebas. Apalagi....

bersabar menempuh ujian godaan hawa nafsu

Seharusnya ditulis:

bersabar menghadapi godaan hawa nafsu

seorang gadis Rusia yang paling cantik dibandingkan dengan

Seharusnya ditulis:

seorang gadis Rusia yang lebih cantik dibandingkan dengan

Novel Bumi Cinta bertajuk Islamik

Seharusnya ditulis:

Novel Bumi Cinta bertajuk Islami

Dari potongan dialog tersebut, penulis memberikan gambaran latar suasana Rusia yang dingin....

Seharusnya ditulis:

Dari potongan dialog tersebut, penulis melukiskan Rusia yang dingin....

Sedangkan, bagian cerita yang difokuskan oleh penulis di mulai ketika....

Seharusnya ditulis:

Sedangkan di bagian cerita yang difokuskan oleh penulis dimulai ketika....

David yang merupakan teman SMP Ayyas, ternyata dia sudah menjalani hidup bebas ketika kuliah di Singapura dan pindah ke Rusia.

Seharusnya ditulis:

David adalah teman SMP Ayyas. David sudah menikmati "hidup bebas" saat kuliah di Singapura dan pindah ke Rusia.

Cerita tersebut merupakan bagian tambahan yang akan mengawali cerita yang menjadi inti novel Bumi Cinta.

Seharusnya ditulis:

Cerita itu mengawali bagian yang merupakan inti novel Bumi Cinta.

kisah Nabi Yusuf yang ingin diperkosa oleh seorang wanita,

Seharusnya ditulis:

kisah Nabi Yusuf yang digoda wanita,

penuli menyinggungan tentang Zionis Israel

Seharusnya ditulis:

penulis menyinggung zionis Israel

Oleh karena itu, pantaslah novel Bumi Cinta menjadi permulaan gaya menulis novel yang baru di Indonesia.

Novel Bumi Cinta cocok dibaca oleh semua kalangan, umur 16 tahun ke atas.

Seharusnya ditulis:

Oleh karena itu, pantaslah bila novel Bumi Cinta menjadi novel "gaya baru" di Indonesia.

Novel Bumi Cinta cocok dibaca oleh semua kalangan, termasuk umur 16 tahun ke atas.

Sangat diharapkan, sebelum menulis sebaiknya para penulis memperhatikan betul-betul soal editing, agar jangan terjadi kesalahan ketik dan sangat mengganggu pembaca.

Tetap semangat, salam santun, salam karya.

TIM FAM INDONESIA
www.famindonesia.com

[Berikut Resensi Penulis yang Diposting Tanpa Editing Tim FAM Indonesia]

Masya Allah dingin sekali Dev

Judul Novel       : Bumi Cinta
Penulis               : Habiburrahman El Shirazy
Tebal                  : 4 centimer
Jumlah Halaman: 546 halaman
Jenis Cover        : Biasa
Harga                 : Rp 50.000;

Hawa nafsu adalah bagian dari fitrah manusia yang sulit dikendalikan, apalagi manusia sedang berada di lingkungan yang ekstrim terhadap godaan nafsu. Sepertinya, inilah plot/alur cerita yang dipilih oleh Habiburrahman dalam novelnya yang berjudul Bumi Cinta. Alur cerita ini akan memberikan pencerahan jiwa kepada pembaca setiap bab, karena secara keseluruhan, novel itu menegaskan, bahwa hidup di lingkungan yang eks Atheis dan penduduknya sangat minim memeluk agama, maka hidup di lingkungan seperti itu memerlukan perjuangan yang kuat dalam mempertahankan iman dan kesucian tubuh.

Novel ini bercerita tentang seorang pemuda Indonesia bernama Muhammad Ayyas yang ditugaskan oleh Profesor Najmuddin untuk melakukan penelitian tentang sejarah Islam di Rusia, fokus pada Kehidupan Umat Islam Rusia di Masa Pemerintahan Stalin. Ayyas melaksanakan tugas itu harus berusaha keras meniti kehidupan di negara yang dikenal sebagai negara yang menjunjung tinggi seks bebas. Aplagi Ayyas tinggal di apartemen bersama dua perempuan Rusia bernama Yelena dan Linor yang setiap hari berpenampilan seperti binatang jalang, sehingga mau tidak mau Ayyas harus bersabar menempuh ujian godaan hawa nafsu yang sering terpancing oleh keindahan tubuh kedua perempuan Rusia itu. Tidak hanya itu yang menjadi tantangan Ayyas menyelesaikan tesisnya, yaitu Ayyas dibimbing oleh seorang gadis Rusia yang paling cantik dibandingkan dengan Yelena dan Linor.

Novel Bumi Cinta bertajuk Islamik, berdasarkan latar belakang pengarang yang merupakan lulusan Al Azhar University Cairo. Setiap bab novel Bumi Cinta, pembaca disuguhkan dengan nilai agama Islam yang sangat kental, apalagi novel ini bercerita banyak tentang sejarah Islam di Rusia, maka Bumi Cinta memberikan pencerahan bagi pembacanya.

***

“Sudah Dev, cepetan yuk, jangan bercanda terus. Masya Allah dingin sekali Dev. Ini aku sudah rangkap empat lho. Plus jaket tebal yang kubeli di New Delhi….”  (halaman 11) Dari potongan dialaog tersebut, penulis memberikan gambaran latar suasana Rusia yang dingin di bagian sub bab ke dua, dan merupakan awal permulaan cerita yang menggambarkan salah satu karakteristik Rusia. Sedangkan, bagian cerita yang difokuskan oleh penulis di mulai ketika David bertanya kepada Ayyas, yaitu “Nonik-nonik Rusia ini terkenal cantik-cantik. Nanti kau buktikan saja. Apa kau masih rapuh melihat wanita cantik?” (halaman 18)

David yang merupakan teman SMP  Ayyas, ternyata dia sudah menjalani hidup bebas  ketika kuliah di Singapura dan pindah ke Rusia. Ayyas kaget mendengar cerita tentang David setelah lulus SMA, “hidup bebas, tanpa ada aturan ini-itu”. Cerita tersebut merupakan bagian tambahan yang akan mengawali cerita yang menjadi inti novel Bumi Cinta.

Berdasarkan karakteristik novel Bumi Cinta, Islamik, pada halaman 40 terdapat surah Al Baqoroh ayat 45, yaitu “Dan mohonlah pertolongan Allah dengan sabar dan shalat. Dan shalat itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusuk”. Inilah yang membuktikan bahwa penulis mendapatkan ide menulis novel dari Al Quran—kisah Nabi Yusuf yang ingin diperkosa oleh seorang wanita, akan tetapi Nabi Yusuf menolak dan memohon pertolongan kepada Allah agar terhindar dari dosa besar—dalam novel Bumi Cinta pada halaman 368-370. Cerita yang ada di halaman 368-370 disambung di halaman 472, yaitu “…Dan jika kau sudah bisa sujud lima kali sehari carilah pendamping hidup yang memiliki keteguhan iman mirip Yusuf ‘alaihissalam”. Dari cuplikan dialog tersebut tertuju kepada pelaku utama, Ayyas, seperti yang dipaparkan penulis di halaman 368-370.

Dalam novel Bumi Cinta, penuli menyinggungan tentang Zionis Israel dan sekutunya yang sering memberitakan hal-hal terbalik tentang Islam, menyinggung tentang politik, dan penulis sengaja memaparkan sejarah Islam di Rusia dan sejarah Islam yang digambarkan di dalam Al Quran, seperti sejarah Firaun, Nabi Yusuf, dan lain-lain. Penulis membebankan kepada Linor sebagai tokoh yang terlibat di Agen Zionis Israel, Yelena merupakan tokoh yang dilibatkan dengan politik (pernah “melayani” pejabat asal Indonesia), dan penulis menjadikan sejarah sebagai acuan pokok yang dibebankan oleh tokoh utama, Ayyas. Dari ketiga permasalahan tersebut memberikan nilai plus pada novel Bumi Cinta, kelebihan, menjadi pembeda yang jelas dengan novel penulis lain, menjadi inspirasi pembaca, dan tambahan ilmu pengetahuan, serta pendidikan moral yang kental. Oleh karena itu, pantaslah novel Bumi Cinta menjadi permulaan gaya menulis novel yang baru di Indonesia.

Novel Bumi Cinta cocok dibaca oleh semua kalangan, umur 16 tahun ke atas. Bahasa yang mudah dipahami—ada catatan kaki—sehingga pembaca mudah mengerti isi cerita.

Ada satu kejanggalan penulis, yaitu:

“… Linor baik-baik saja, Mama”

“Ah kenapa masih juga kau pakai nama itu. Mama lebih suka kau memakai nama Sofia” Dalam cuplikan dialog antara Linor dengan Madame Ekaterina, Madame Ekaterina lebih senang jika nama Sofia sebagai nama panggilan Linor. Akan tetapi, terdengar janggal ketika Madame Ekaterina memanggil (anak angkatnya) dengan nama panggilan Linor, bukan Sofia, seperti potongan dialog pada halaman 395, yaitu “Anakku Linor, bukan salahmu kalau kau sangat tidak menyukai orang Palestina. Tetapi Mama minta cobalah kau lihat baik-baik perempuan yang ada di layar kaca itu….”

Penulis memilih “Bumi Cinta” sebagai judul novel, mungkin karena penulis meletakkannya di bagian akhir sub bab dan berkaitan dengan pelaku utama. “… Jika itu yang terjadi ya Allah, maka syahidkan pula aku di jalan-Mu, agar aku kelak bias berjumpa dengannya di Bumi Cinta-Mu yang sejati, yaitu syurga yang Engkau sediakan bagi hamba-hamba-Mu yang beriman….” (halaman 545-546).

Resensi oleh Robi Andika Amsar [IDFAM1010M]

Comments

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…