Skip to main content

TENTANG FAM

Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia didirikan oleh “duo penulis muda” Indonesia, Muhammad Subhan (Sumatera Barat) dan Aliya Nurlela (Malang, Jawa Timur). FAM Indonesia berdiri pada tanggal 2 Maret 2012. FAM Indonesia berkantor pusat di Pare, Kediri, Propinsi Jawa Timur yang tujuannya menyebarkan semangat cinta (aishiteru) menulis di kalangan generasi muda, khususnya siswa sekolah dasar, SLTP, SLTA, mahasiswa, dan kalangan umum lainnya. 

FAM Indonesia bertekad membina anak-anak bangsa untuk cinta menulis dan gemar membaca buku. Sebab, dua hal ini melatarbelakangi maju dan berkembangnya negara-negara di dunia lantaran rakyatnya suka membaca buku dan menulis karangan.
 

FAM Indonesia berbasis di sekolah-sekolah dan melebur di tengah masyarakat dalam berbagai kegiatan kepenulisan. Bentuk segera cabang FAM Indonesia di kotamu. Add facebook FAM Indonesia: "AISHITERU MENULIS". Ikuti diskusi kepenulisan bersama Tim FAM Indonesia di Grup Facebook "FORUM AISHITERU MENULIS (FAM) INDONESIA". Bergabung menjadi anggota FAM Hubungi Sekjen FAM Aliya Nurlela, Hp: 0812 5982 1511.

Comments

  1. saya salah satu remaja pare , saya sangat kaget dan bannga mengetahui pare ada forum semacam ini . saya mempunyai keinginan menulis tapi terkendala keterbatasan pengetahuan tp ingin berusaha mencari tahu cuman takut tulisan amburadul . saya memiliki imajinasi2 liar yg saya yakin kalau di bukuin pasti bermanfaat . apakah ada saran buat saya ???

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mari, silakan bergabung menjadi anggota FAM Indonesia. Kunjungi kantor FAM di Jl. Mayor Bismo, No. 28, Pare, Kediri, Jawa Timur. Salam.

      Delete
  2. Saran buat kamu hanya satu kata yaitu "NIAT". Karena semua hal pasti didasari oleh niat. Jikalau kamu sudah dan memiliki niat yang besar, pasti kamu akan mendapatkan sesuatu yang kamu inginkan.


    Ryan Pramana Putra
    IDFAM1835M

    ReplyDelete
  3. min,, bentuk tulisan yang di buat itu apa saja?? dan syarat menjadi bagian dari fam apa aja??
    thanks.. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tulisan bebas. Bisa cerpen, puisi, artikel atau penggalan novel. Syarat menjadi anggota FAM lihat di panel REGISTRASI. Salam.

      Delete
  4. kak cara ngirim cerpen atau novel yg dibuat itu gimana kak?

    ReplyDelete
  5. akun gmail nya FAM apa? tolong dibalas. terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Email FAM Indonesia: aktifmenulis@gmail.com.

      Delete
  6. kak, sms saya mengenai pertanyaan lomba cipta cerpen remaja tidak dibalas, soal itu kak "ketikan satu spasi" maksudnya ketikan per kata 1 spasi atau ukuran line adn paragraph spacing 1 spasi? teimakasih kak. :)

    ReplyDelete
  7. Saya sangat kaget ada forum hebat di kota kecil Pare. Dan tentunya berbangga dan ada keinginan untuk berkunjung. Buka setiap hari?

    ReplyDelete
  8. Saya dari Ciamis. Telah bergabung dengan FAM sejak 7 bulan yang lalu melalui FAM Cabang Galuh Ciamis atas nama Angga Kusumadinata, malah saya dipercaya untuk mengelola pada divisi karya-karya anak. Apakah saya sudah masuk database dan dapat menerima kartu? Sampai saat ini belum ada konfirmasi terkait legalitas keanggotaan saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam. Pertanyaan ini sudah dibalas di email FAM Indonesia dan sudah dikirim piagam via email (tidak ada member card). Keanggotaan sudah resmi

      Delete
  9. Semoga dunia kepenulisan di Indonesia semakin maju dengan hadirnya FAM.
    Salam Literasi!

    ReplyDelete
  10. Kak, kalau mau jadi anggoya FAM itu gimana caranya ? Apa aja persyaratannta ?

    ReplyDelete
  11. Salam. Ikuti panduan ini: http://www.famindonesia.com/p/registrasi-anggota.html

    ReplyDelete
  12. aku pengen ngirim puisi yg "DEGRADASI LOGIKA" alamatnya dimana lewat kantor pos?

    ReplyDelete
  13. Kak,pengumuman untuk event antologi puisi bertema “Pemuda Harapan Bangsa” bisa dilihat dimana ya ??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam, konfirmasi saja via email: aishiterumenulis@gmail.com.

      Delete
  14. untuk FAM Semarang sudah ada apa tidak ya min?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam, untuk Cabang Semarang belum dibentuk. Namun keanggotaan sudah ada

      Delete
  15. Saya ingin mengirimkan cerita saya..
    Tapi, saya tidak tahu bagaimana caranya...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

"di antara" atau "diantara"? "di antaranya" atau "diantaranya"?

Yang lazim adalah “di antara” dan “di antaranya” (kata “di” dan “antara” diberi spasi). Fungsi “di” pada frasa ini adalah sebagai kata depan yang menunjukkan tempat dan bukan sebagai awalan pembentuk kata kerja pasif. Kata “di” selalu ditulis terpisah saat berfungsi sebagai kata depan dan baru ditulis serangkai kala berfungsi sebagai awalan.

Memang betul ada kata kerja “mengantara” yang merupakan bentuk aktif dari “diantara”, tetapi bentuk ini jarang sekali dipakai. Bentuk kata kerja yang sering dipakai adalah “mengantarai”, yang bila dipasifkan akan melahirkan bentuk “diantarai”, misalnya pada kalimat: “Konflik kedua negara itu diantarai oleh Indonesia.” (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

“kedua” atau “ke dua”?

Kata yang benar adalah “kedua”. Awalan ke- yang diikuti oleh bilangan (satu, dua, dst.) berfungsi sebagai awalan pembentuk kata bilangan tingkat (misal: pihak ketiga) atau kumpulan (misal: kesebelas pemain).

Sebagai awalan, ke- ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya. Kata bilangan semacam ini juga dapat ditulis dengan (1) angka Arab dengan memberi tanda hubung antara awalan ke- dan angka, misalnya ke-38 peserta, atau (2) angka Romawi tanpa awalan ke- dan tanpa tanda hubung, misalnya: abad XXI.

Kata “ke” memang ditulis terpisah bila berfungsi sebagai kata depan yang menandai arah atau tujuan. Pada kasus ini, “ke” biasanya diikuti oleh kata benda yang menyatakan tempat. Jadi, bila “Dua” adalah nama tempat (yang ditulis dengan diawali huruf kapital), kita memang menulisnya secara terpisah, “ke Dua”. (*)

Sumber: Tanja Bahasa

Ingin menerbitkan buku di FAM Publishing? Klik caranya DI SINI.

Didukung FAM Indonesia, Pilar Ekonomi Unila Bantu Penderita Thalesemia

Bandarlampung (FAMNews) – Donasi sosial yang digelar Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi Universitas Lampung (Unila) untuk para penderita penyakit thalesemia diserahkan kepada pendiri Darah Untuk Lampung, Yopie Pangkie, kemarin.

Donasi tersebut diserahkan langsung Pemimpin Umum Pers Mahasiswa Pilar Ekonomi, Gita Leviana Putri. Penyerahan donasi dilaksanakan di sebuah rumah makan di Bandarlampung.

“Alhamdullilah, donasi dari kawan-kawan sudah kami serahkan. Semoga bisa bermanfaat,” ujar Gita Leviana Putri lewat siaran pers, Jumat (26/9).

Gita menjelaskan, tujuan kegiatan Pilar Peduli itu merupakan salah satu cara Pilar Ekonomi sebagai lembaga kemahasiswaan untuk menumbuhkan jiwa sosial di kalangan mahasiswa, khususnya di Kampus Unila.

Penyerahan Donasi Pilar Peduli tersebut juga masih dalam rangkaian kegiatan Creology Week 2014 Unila yang didukung Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Sebelumnya Pilar Peduli telah menggelar acara donor darah pada acara bazzar bekerjasama dengan KSR Unila dan PMI B…